Berita 02 Apr 2026

Pelabuhan Tanger Med Maroko Perkirakan Lonjakan Kunjungan Kapal di Tengah Perang Teluk

Situasi Terminal Peti Kemas Tanger Med Maroko | Foto: (Tangermedport.com)

Tanger Med Maroko yang merupakan terminal peti kemas terbesar di Afrika memperkirakan adanya potensi lonjakan kunjungan kapal di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memaksa perusahaan pelayaran mengalihkan rute melewati Afrika.

Perusahaan pelayaran kontainer besar seperti Maersk, Hapag-Lloyd, dan CMA CGM menyatakan bahwa bulan ini mereka mengalihkan kapal melalui Tanjung Harapan (Cape of Good Hope). Menurut Direktur Pengelola Tanger Med Idriss Aarabi kepada Reuters melalui e-mail, pengalihan rute ini menambah waktu pelayaran sekitar 10-14 hari bagi kapal yang dialihkan melalui Tanjung Harapan untuk mencapai Tanger Med.

Aarabi juga menyampaikan bahwa Pelabuhan Tanger Med yang terletak di Maroko Utara di Selat Gibraltar saat ini berfokus pada "pengelolaan kapasitas dan pencegahan kemacetan".

"Dampak penuh terhadap arus kargo diperkirakan belum akan terlihat hingga pertengahan hingga akhir April 2026," ujarnya, sambil menginformasikan bahwa sejauh ini belum ada pembatalan kunjungan kapal di pelabuhan tersebut.

Ketengangan berupa adanya serangan Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah yang membuat kapal-kapal menghindari Terusan Suez dan Selat Bab el-Mandeb sejak akhir 2023 serta serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang disertai penutupan Selat Hormuz memunculkan harapan bahwa sektor bunkering (pengisian bahan bakar kapal) di Afrika diuntungkan.

Selain itu, Aarabi juga menyampaikan bahwa kenaikan bahan bakar juga menambah tekanan terhadap tarif pengiriman akibat perjalanan yang lebih panjang melalui Tanjung Harapan. Hal ini membuat perusahaan pelayaran memberlakukan berbagai biaya tambahan seperti biaya risiko perang, biaya konflik darurat, dan biaya deviasi.

Tanger Med mencatat kinerja yang melampaui pelabuhan lain di kawasan Mediterania dengan menangani total 11,1 juta kontainer pada 2025, naik 8,4% dibandingkan tahun 2024, serta memiliki koneksi rute ke lebih dari 180 pelabuhan di seluruh dunia.

(Disarikan dari www.reuters.com oleh Mochammad Alwi Hidayat)

Kembali
img