Otoritas Maritim Panama atau Panama Maritime Authority (AMP) mencabut kebijakan yang sebelumnya membatasi akses publik terhadap informasi mengenai konsesi pelabuhan, izin layanan maritim, dan investigasi regulasi. Informasi tersebut sebelumnya dapat dinyatakan sebagai informasi terbatas hingga 10 tahun.
Keputusan ini ditetapkan melalui Resolusi J.D. No. 073-2026 yang disetujui Dewan AMP pada 1 September 2026. Resolusi tersebut mencabut Resolusi J.D. No. 012-2026 yang sebelumnya membatasi akses terhadap sejumlah dokumen di Direktorat Jenderal Pelabuhan dan Industri Maritim Penunjang. Pencabutan tersebut kemudian dipublikasikan dalam Official Gazette Panama pada 4 September 2026.
Informasi Konsesi Kembali Lebih Terbuka
Aturan sebelumnya membatasi akses terhadap dokumen administratif terkait konsesi kawasan pelabuhan, izin layanan maritim penunjang, dan investigasi administratif. Laporan teknis, administratif, serta hukum yang terdapat dalam dokumen tersebut juga termasuk dalam informasi yang dibatasi.
AMP sebelumnya mengatakan pembatasan dibuat untuk melindungi kepentingan negara serta informasi komersial dan industri yang bersifat rahasia, termasuk informasi yang berkaitan dengan proses hukum yang sedang berlangsung. Namun, setelah dievaluasi, AMP menilai kebijakan tersebut tidak lagi sesuai dengan tujuan awalnya sehingga aturan tersebut akhirnya dicabut.
Setelah Mendapat Kritik Presiden Panama
Pencabutan aturan tersebut dilakukan setelah Presiden Panama José Raúl Mulino mengkritik kebijakan AMP dan meminta agar keputusan mengenai pembatasan informasi ditinjau kembali.
AMP kemudian melakukan peninjauan dan memutuskan mencabut Resolusi J.D. No. 012-2026. Meski pembatasan menyeluruh telah dihapus, bukan berarti seluruh informasi dapat diakses secara bebas. Informasi yang secara hukum termasuk rahasia komersial, industri, atau informasi terbatas lainnya tetap mendapatkan perlindungan.
Berkaitan dengan Pelabuhan Balboa dan Cristóbal
Pencabutan kebijakan ini dilakukan ketika Panama sedang menata kembali pengelolaan sejumlah pelabuhan strategis, termasuk Balboa dan Cristóbal. Kedua terminal tersebut sebelumnya dioperasikan oleh Panama Ports Company (PPC), anak perusahaan CK Hutchison Holdings. Pada Januari 2026, Mahkamah Agung Panama menyatakan tidak konstitusional undang-undang yang menjadi dasar konsesi PPC untuk mengoperasikan kedua terminal tersebut.
Putusan tersebut juga membatalkan perubahan yang sebelumnya memperpanjang masa konsesi. Setelah itu, PPC memulai proses arbitrase internasional terhadap pemerintah Panama. Untuk sementara, APM Terminals mengoperasikan Balboa, sedangkan Terminal Investment Limited (TiL), perusahaan pelabuhan milik MSC, mengoperasikan Cristóbal. Pengaturan sementara ini diperkirakan berlangsung hingga Juli 2027, sementara pemerintah Panama menyiapkan konsesi jangka panjang.
Pemerintah Siapkan Tender Pelabuhan
Selain Balboa dan Cristóbal, pemerintah Panama juga menyiapkan tender untuk sejumlah fasilitas pelabuhan lainnya, termasuk Isla Margarita, Corozal, dan Telfers. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menentukan pengelolaan jangka panjang sejumlah pelabuhan strategis di Panama.
Dalam kondisi tersebut, keterbukaan informasi mengenai konsesi menjadi semakin penting. Akses yang lebih terbuka dapat memberikan informasi kepada publik dan berbagai pemangku kepentingan mengenai proses konsesi serta aspek administratif, teknis, dan hukum yang terkait. Meski demikian, informasi yang secara hukum tergolong rahasia tetap akan dilindungi.
Dorong Transparansi Sektor Kepelabuhanan
Pencabutan pembatasan informasi menjadi langkah AMP untuk meningkatkan transparansi di sektor kepelabuhanan Panama. Kebijakan ini juga dilakukan ketika pemerintah sedang menata kembali pengelolaan sejumlah pelabuhan utama.
Dengan dihapusnya pembatasan menyeluruh, akses terhadap informasi konsesi menjadi lebih terbuka. Namun, perlindungan terhadap informasi yang memang bersifat rahasia tetap berlaku. Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan dalam tata kelola informasi maritim sekaligus penataan kembali konsesi dan operasional sejumlah pelabuhan strategis di Panama.
(Disarikan dari www.worldcargonews.com oleh Alicia Putri Raja Dima)
IMG Credit : AMP