Operasional Terminal Peti Kemas Luka Koper (Foto: Instagram | lukakoper)
Tonggak Baru Luka Koper
Terminal peti kemas milik Luka Koper, Slovenia menorehkan rekor arus peti kemas baru dengan capaian throughput tertinggi sepanjang sejarah yakni 1,27 TEUs pada 2025. Arus peti kemas ini tumbuh sebesar 12 persen dari capaian tahun 2024.
Capaian Pendapatan
Grup Luka Koper mendapatkan pendapatan penjualan bersih hingga €380,3 juta (US$448 juta) pada 2025, melampaui rencana sebesar 13 persen dan meningkat 15 persen dibandingkan 2024. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan arus peti kemas dan kendaraan, serta peningkatan pendapatan dari layanan penyimpanan.
Laba operasional (EBIT) grup meningkat 44 persen atau €29,3 juta (US$34,5 juta), sehingga mencapai €96,3 juta (US$113,4 juta) dibandingkan 2024. Angka ini melampaui target sebesar 74 persen atau €40,8 juta (US$48 juta). Peningkatan ini juga didukung oleh kenaikan pendapatan penjualan dan pendapatan lainnya.
Kenaikan biaya operasional akibat penambahan tenaga kerja, pembayaran berbasis kinerja, serta meningkatnya biaya energi dan material pernah terjadi. Namun, kinerja keseluruhan Grup tetap positif sebab penjualan yang kuat, hasil keuangan yang tinggi, dan kontribusi solid dari perusahaan asosiasi.
Perusahaan memperoleh laba bersih €81,5 juta (US$96 juta), meningkat 35 persen atau €21,2 juta (US$24 juta) lebih tinggi dibandingkan 2024 dan 66 persen di atas angka yang direncanakan.
Perusahaan Adaptif terhadap Perubahan
Presiden Dewan Manajemen Luka Koper Nevenka Kržan menyebutkan bahwa perusahaan ini telah mengoperasikan model bisnis yang fleksibel dan mampu mengelola dinamika akibat perubahan lingkungan ekonomi.
"Sebagai sebuah perusahaan, kami telah berulang kali menunjukkan bahwa perusahaan ini mengoperasikan model bisnis pelabuhan yang fleksibel dan mampu mengelola fluktuasi akibat perubahan lingkungan ekonomi," terang Nevenka.
Ia menambahkan bahwa capaian bisnis ini semakin luar biasa mengingat hasil tersebut diraih ketika siklus investasi yang sangat intensif sehingga membawa berbagai tantangan operasional pada pelabuhan.
Faktor Utama Peningkatan Kinerja
Peningkatan kinerja ini didorong oleh faktor utama yaitu adanya bisnis baru terkait penyediaan dan perlengkapan fasilitas produksi di pasar hinterland pelabuhan, serta restrukturisasi layanan pelayanan dari Timur Jauh dan kawasan Mediterania.
Terminal Mobil dan RO-RO mencatat kenaikan 3 persen dengan total 914.817 unit kendaraan yang ditangani. Ini berkat adanya impor kendaraan dari produsen Tiongkok hingga peningkatan volume ekspor ke negara-negara Mediterania.
Sementara itu, pada segmen general cargo throughput sedikit menurun, meskipun permintaan untuk berbagai kargo proyek terus tumbuh stabil, serta pada segmen kargo curah kering dan curah cair, terutama akibat penurunan volume bijih besi. Total arus barang laut mencapai 23 juta ton, tetap pada level yang sama seperti 2024.
Pada akhir tahun lalu, Terminal Peti Kemas Luka Koper juga memperkuat strategi dekarbonisasi dan digitalisasi melalui pengadaan empat Rubber-Tyred Gantry (RTG) elektrik dari Konecranes.
(Disarikan dari www.porttechnology.org oleh Mochammad Alwi Hidayat).