Makassar (23/12) – PT Pelindo Petikemas TPK New Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, TPK New Makassar menyerahkan bantuan alat usaha kepada masyarakat difabel di sekitar wilayah terminal sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi dan inklusivitas sosial.
Bantuan alat usaha yang diserahkan meliputi peralatan penunjang kewirausahaan sesuai dengan kebutuhan penerima, antara lain 3 unit Mesin Jahit Elektrik, 2 unit Perlengkapan Tata Rias, 2 unit Perlengkapan Pangkas Rambut dan 3 unit Perlengkapan Tata Boga. Selain bantuan usaha, para penerima bantuan juga diberikan pelatihan sesuai dengan minat mereka selama 3 bulan, yang masing-masing kelas telah dijadwalkan pertemuannya hingga para penerima bantuan mahir. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat difabel untuk mengembangkan usaha mandiri dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
Deputy Terminal Head TPK New Makassar, Tulus Prasetyo menyampaikan bahwa Pelindo berkomitmen untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Melalui bantuan alat usaha ini, kami berharap masyarakat difabel dapat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkarya, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Perwakilan penerima bantuan Umar selaku penyandang tuna wicara menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pelindo. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu dalam menunjang aktivitas usaha dan memberikan semangat baru untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah saya sangat berterima kasih kepada Pelindo yang telah memberikan saya kesempatan mengikuti pelatihan ini, sekarang saya sudah bisa menjahit. Saya sangat terharu dan bersyukur, semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh karyawan Pelindo.” Ujar Umar dalam bahasa isyarat.
Program ini sejalan dengan visi Pelindo dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam aspek pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak, dan pengurangan kesenjangan.