Kupang (24/04) – Sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), TPK Kupang menggelar sharing session bertajuk “Budaya K3: Kunci Produktivitas dan Keselamatan Kerja” di area operasional terminal pada Kamis (23/4). Kegiatan ini diikuti puluhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sebagai bagian dari peningkatan kesadaran terhadap pentingnya prosedur kerja aman, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta peran K3 dalam mendukung produktivitas dan keandalan operasional terminal.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman para pekerja mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara konsisten, penerapan prosedur komunikasi yang jelas dan terstruktur selama proses bongkar muat, serta langkah-langkah mitigasi risiko kecelakaan kerja di lingkungan terminal yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Terminal Head TPK Kupang, Andhik Wahyu Kristianto menjelaskan melalui penguatan aspek-aspek tersebut, pekerja diharapkan mampu mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas operasional, serta menciptakan pola kerja yang lebih aman, efektif, dan terkoordinasi guna meminimalkan terjadinya insiden kerja.
"Bagi kami, tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Sharing session ini bukan sekadar edukasi rutin, melainkan forum dialog untuk mendengar kendala rekan-rekan TKBM di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja yang datang ke terminal dalam keadaan sehat, harus pulang ke rumah dalam keadaan selamat dan tanpa kurang satu apa pun," ujar Andhik Wahyu Kristianto, Jumat (24/04).
Ia menambahkan bahwa sinergi antara manajemen terminal dan TKBM adalah kunci utama untuk mencapai target Zero Accident (Nol Kecelakaan Kerja) demi kelancaran arus logistik di TPK Kupang.
Oriaser Metboki, salah satu anggota TKBM menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dialog dua arah ini. Dengan adanya kegiatan ini tak hanya membangun kesadaran personal akan pentingnya menjaga diri di setiap tahapan pekerjaan, pendekatan yang komunikatif dan relevan dengan kondisi di lapangan membuat materi lebih mudah dipahami dan diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas bongkar muat sehari-hari.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kegiatan seperti ini. Terkadang di lapangan, karena mengejar ritme kerja yang cepat, kami bisa saja lalai. Namun dengan adanya sharing session ini, kami diingatkan kembali bahwa keluarga menunggu di rumah," imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, TPK Kupang menargetkan penurunan risiko kecelakaan kerja secara berkelanjutan sekaligus mendorong peningkatan efisiensi operasional terminal. Hal ini diharapkan dapat terwujud melalui terbentuknya tenaga kerja yang lebih disiplin, patuh terhadap prosedur, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja, sehingga setiap aktivitas bongkar muat dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan produktif.