Sampit (19/01) – Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang mencatatkan kinerja operasional yang positif sepanjang tahun 2025. Hingga Desember 2025 arus peti kemas tercatat mencapai 75.175 TEUs, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar 72.233 TEUs. Capaian ini mencerminkan pertumbuhan arus peti kemas sekaligus meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap keandalan layanan dan operasional terminal.
Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja tersebut juga tercermin dari capaian indikator produktivitas terminal.
“Kami mencatatkan Box Ship Hour (BSH) sebesar 19,46 melampaui target yang ditetapkan sebesar 17. Sementara itu, Berth Crane Hour (BCH) mencapai 28,27 lebih tinggi dari target yakni 27, yang menunjukkan efektivitas peralatan serta kinerja operasional di lapangan. Selain itu, tingkat Effective Time (ET) / Berthing Time (BT) berhasil dicapai sebesar 69,28%,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fajar menjelaskan bahwa pencapaian kinerja tersebut juga ditopang oleh optimalisasi pola kunjungan kapal serta peningkatan produktivitas per kapal. Meskipun terjadi penyesuaian jumlah ship call dibandingkan tahun sebelumnya, arus peti kemas tetap menunjukkan tren pertumbuhan positif, seiring dengan meningkatnya utilisasi kapasitas kapal dan efektivitas layanan bongkar muat di TPK Bagendang. Selain itu, kebijakan penambahan jam kerja operasional dari 20 jam menjadi 21 jam terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas pelayanan serta mempercepat arus bongkar muat peti kemas.
Sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengantisipasi peningkatan volume di tahun 2026, TPK Bagendang telah merencanakan penambahan satu unit Container Crane.
“Saat ini, operasional terminal masih ditopang oleh satu unit Container Crane. Dengan adanya penambahan peralatan, kami optimis kapasitas pelayanan akan meningkat, waktu tunggu kapal dapat ditekan, serta produktivitas terminal dapat terus ditingkatkan secara konsisten,” imbuh Fajar.
Sementara itu, Kepala Operasional PT Salam Pacific Indonesia Lines Cabang Sampit, Cahya Agung Saputra, menyampaikan bahwa peningkatan arus peti kemas merupakan implikasi positif dari perbaikan kinerja operasional yang dilakukan di TPK Bagendang.
“Salah satu faktor pendorong kenaikan ini adalah penambahan jam kerja operasional, dari yang sebelumnya 18 jam menjadi 20 jam di tahun 2024, serta dari 20 jam kini menjadi 21 jam di tahun 2025, ditambah dengan komitmen TPK Bagendang dalam menjaga kinerja,” ujarnya.
Cahya juga berharap ke depan TPK Bagendang dapat merealisasikan operasional 24 jam 7 hari (24/7) pada tahun 2026 guna mendorong peningkatan arus kapal dan arus peti kemas secara lebih optimal.
Dengan capaian kinerja tersebut, TPK Bagendang salah satu terminal yang dikelola oleh PT Pelindo Terminal Petikemas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja operasional, memberikan pelayanan optimal bagi para pengguna jasa, serta berkontribusi nyata dalam mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kalimantan Tengah.