Ambon (30/09) - Pelindo Terminal Peti Kemas (TPK) Ambon terus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul logistik utama di kawasan timur Indonesia. Hingga Agustus 2026, TPK Ambon berhasil mempertahankan tren pertumbuhan positif dengan mencatat realisasi arus peti kemas sebesar 77.207 TEUs, meningkat 8,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 70.899 TEUs.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin kuatnya aktivitas logistik dan perdagangan di wilayah Maluku, sekaligus mencerminkan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan operasional yang diberikan TPK Ambon.
Terminal Head TPK Ambon, Yandi Sofyan Hadi, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas diproyeksikan terus berlanjut hingga akhir tahun seiring peningkatan kapasitas layanan yang dilakukan perusahaan.
Salah satu langkah strategis yang baru selesai dilaksanakan adalah modifikasi Spider Container Crane (CC) dari sistem single lift menjadi twin lift. Inovasi tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat dan mempercepat pelayanan kepada pengguna jasa.
"Modifikasi Spider Container Crane menjadi twin lift memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas bongkar muat. Dengan kapasitas penanganan yang lebih besar, kami optimistis kinerja operasional terminal akan semakin meningkat hingga akhir tahun," ujar Yandi.
Selain peningkatan kapasitas peralatan, pertumbuhan arus peti kemas juga didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan di wilayah Maluku serta bertambahnya layanan penanganan peti kemas transshipment melalui Terminal Peti Kemas Ambon.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, TPK Ambon terus menjalankan berbagai program peningkatan layanan menjelang akhir tahun 2026. Langkah tersebut meliputi penguatan digitalisasi proses bisnis, peningkatan efisiensi operasional, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, hingga implementasi layanan peti kemas berbasis proses bisnis end-to-end.
Di samping fokus pada produktivitas dan kualitas layanan, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan operasional.
"Keandalan pelayanan harus didukung dengan penerapan budaya keselamatan yang kuat. Karena itu, aspek K3 menjadi komitmen utama manajemen, baik di tingkat pusat maupun cabang, dalam memastikan operasional berjalan aman, produktif, dan berkelanjutan," tambah Yandi.
Pertumbuhan arus peti kemas TPK Ambon juga didukung oleh stabilitas operasional terminal serta kolaborasi yang erat dengan perusahaan pelayaran, pelaku logistik, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor kepelabuhanan.
Ketua DPW ALFI/ILFA Provinsi Maluku, H. B. Sirait, mengapresiasi berbagai perbaikan yang dilakukan TPK Ambon dalam mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan dan logistik di Maluku.
"Peningkatan arus peti kemas yang dicapai TPK Ambon merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja operasional serta meningkatkan kesiapan peralatan bongkar muat. Kami berharap TPK Ambon dapat terus mempertahankan kualitas layanan dan keandalan operasional sehingga pertumbuhan arus peti kemas dapat terus terjaga secara positif," ujar Sirait.
Melalui berbagai upaya peningkatan layanan dan kapasitas operasional yang terus dilakukan, TPK Ambon optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif hingga akhir tahun serta terus mendukung kelancaran arus logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku dan kawasan timur Indonesia.