Kendari (24/02) – Koperasi Desa Merah Putih Awunio, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan, mencatatkan sejarah baru dengan melakukan ekspor perdana 50 ton arang tempurung kelapa ke China melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Kendari, Sabtu (21/2/2026). Pelepasan ekspor secara resmi dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua.
Hugua menegaskan bahwa ekspor perdana ini merupakan bukti nyata transformasi ekonomi daerah yang bertumpu pada penguatan koperasi dan ekonomi kerakyatan.
“Ekspor perdana ini harus menjadi awal dari langkah berkelanjutan untuk memperluas akses pasar global, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi,” ujar Hugua.
Sebanyak 50 ton arang tempurung kelapa yang dikirim ke China tersebut merupakan hasil produksi masyarakat setempat dengan melibatkan pelaku usaha lokal di seluruh rantai proses produksi. Pengelolaan usaha dilakukan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, sehingga tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Awunio menyampaikan bahwa pengiriman perdana ke China ini menjadi pijakan awal untuk memperluas penetrasi pasar internasional.
“Kami berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi kualitas, serta memperkuat tata kelola usaha agar mampu memenuhi standar dan permintaan pasar global,” ungkap perwakilan pengurus koperasi.
Keberhasilan ekspor ini turut menegaskan peran strategis Pelindo Terminal Petikemas melalui TPK Kendari dalam mendukung konektivitas perdagangan internasional. Dukungan fasilitas terminal yang memadai serta layanan operasional yang cepat dan efisien menjadi faktor kunci kelancaran pengiriman komoditas ke negara tujuan.
Terminal Head TPK Kendari, Herryanto, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung peningkatan arus ekspor dan impor di Sulawesi Tenggara.
“Kami siap mendukung setiap kegiatan ekspor dan impor dengan fasilitas dan peralatan terminal yang memadai serta layanan operasional yang efisien. Keberhasilan ekspor perdana ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pelindo Terminal Petikemas memandang capaian ini sebagai langkah awal yang positif dalam mendorong peningkatan volume ekspor dari Sulawesi Tenggara. Sinergi antara koperasi, pemerintah daerah, dan operator terminal diharapkan mampu memperkuat posisi TPK Kendari sebagai gerbang ekspor-impor regional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.