Ternate (31/08) PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Ternate memperkuat penerapan planning & control untuk meningkatkan efisiensi dan kelancaran operasional terminal. Penguatan dilakukan melalui perencanaan kegiatan yang lebih terukur serta koordinasi dan pertukaran informasi yang lebih intensif dengan perusahaan pelayaran (shipping line), regulator, dan pemangku kepentingan terkait.
Penerapan planning & control memungkinkan terminal memperoleh informasi operasional lebih awal, mulai dari rencana kedatangan kapal, jumlah dan jenis muatan, rencana bongkar muat, hingga kebutuhan pelayanan. Informasi tersebut menjadi dasar bagi terminal untuk menyiapkan peralatan, tenaga kerja, dan sumber daya pendukung sesuai kebutuhan operasional.
Terminal Head TPK Ternate, Anwar Pae, mengatakan akurasi informasi dan koordinasi sejak tahap perencanaan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pelayanan di terminal.
“Planning & control memastikan setiap kegiatan direncanakan berdasarkan informasi yang akurat dan dipahami oleh seluruh pihak yang terlibat. Dengan perencanaan yang semakin baik, kami dapat menyiapkan sumber daya secara lebih tepat sekaligus mengantisipasi potensi risiko sejak awal,” ujar Anwar.
Menurut Anwar, koordinasi dengan perusahaan pelayaran menjadi salah satu faktor penting karena dinamika jadwal kapal dan muatan berpengaruh terhadap kesiapan operasional terminal. Pertukaran informasi yang dilakukan lebih awal memberikan ruang bagi terminal untuk melakukan penyesuaian apabila terjadi perubahan rencana.
Dengan mekanisme tersebut, potensi ketidaksesuaian informasi, perubahan jadwal, maupun kendala kesiapan sumber daya dapat diidentifikasi lebih dini. Terminal kemudian dapat menyiapkan langkah mitigasi sebelum kondisi tersebut berdampak terhadap kegiatan pelayanan.
“Kami ingin membangun pola kerja yang semakin proaktif. Potensi risiko harus dapat diidentifikasi sejak tahap perencanaan, bukan ketika gangguan sudah terjadi di lapangan. Karena itu, komunikasi dan kesamaan informasi dengan shipping line, regulator, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam planning & control,” tambah Anwar.
Kolaborasi Jadi Kunci Kelancaran Operasional
Penguatan perencanaan dan koordinasi tersebut juga mendapat dukungan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate. Kepala KSOP Ternate, Rushan Muhammad, mengatakan kesamaan informasi antarpemangku kepentingan dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kepelabuhanan yang efektif dan optimal.
“Dalam kegiatan kepelabuhanan, koordinasi dan kesamaan informasi antarpemangku kepentingan sangat penting. Perencanaan dan komunikasi yang dilakukan sejak awal membuat setiap pihak dapat mempersiapkan kebutuhan operasional secara lebih tepat, sehingga potensi gangguan dapat diminimalkan dan pelayanan kepada pengguna jasa dapat berjalan dengan baik,” ujar Rushan.
Menurut Rushan, sinergi antara regulator, operator terminal, perusahaan pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat agar setiap tahapan pelayanan kepelabuhanan dapat berjalan secara terkoordinasi.
PT Pelindo Terminal Petikemas akan terus memperkuat mekanisme koordinasi dan pertukaran informasi dengan regulator, perusahaan pelayaran, serta pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran pelayanan terminal sekaligus mendukung arus logistik dan konektivitas wilayah Maluku Utara.