Press Release 23 Jun 2026

TPK Bumiharjo Gelar Pelatihan dan Simulasi P3K Perkuat Kesiapsiagaan Darurat

img

Kotawaringin Timur (23/06) – PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bumiharjo menggelar sosialisasi dan praktik Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) sebagai upaya meningkatkan budaya keselamatan kerja serta kemampuan respons awal terhadap insiden di lingkungan pelabuhan.

Kegiatan ini diikuti oleh pekerja Pelindo, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta perwakilan pengguna jasa yang beraktivitas di kawasan terminal. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai keterampilan dasar pertolongan pertama yang diperlukan untuk menangani kecelakaan maupun keadaan darurat medis sebelum mendapatkan penanganan lanjutan dari tenaga kesehatan.

Materi yang diberikan mencakup penanganan luka ringan, penanganan korban tidak sadar, Resusitasi Jantung Paru (RJP/CPR), hingga prosedur evakuasi awal. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kondisi operasional di lapangan.

Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, Akhmad Fajar, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi pekerja dalam bidang keselamatan kerja merupakan bagian penting dalam mendukung operasional pelabuhan yang aman.

“Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami terus mendorong peningkatan kompetensi dan kesadaran seluruh pekerja agar mampu mengambil tindakan awal yang tepat saat menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan dasar P3K dapat menjadi faktor penting dalam membantu menyelamatkan jiwa sekaligus meminimalkan risiko yang lebih besar,” ujar Akhmad Fajar.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Yuda Armada, Koordinator Alat TPK Bumiharjo, menilai pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para pekerja yang sehari-hari beraktivitas di lingkungan terminal.

“Dengan adanya kegiatan drill P3K ini, kami mendapatkan pengetahuan yang sangat bermanfaat mengenai cara penanganan yang benar apabila terjadi kecelakaan di tempat kerja. Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan pekerja dalam memberikan pertolongan awal sebelum bantuan medis datang,” kata Yuda.

Sebagai penutup, peserta mengikuti simulasi tanggap darurat medis yang dirancang menyerupai situasi nyata di area operasional terminal. Melalui simulasi tersebut, peserta mempraktikkan prosedur penanganan korban, koordinasi evakuasi, serta komunikasi darurat sesuai standar keselamatan kerja.

Melalui pelatihan dan simulasi ini, perusahaan berharap budaya keselamatan kerja semakin tertanam di lingkungan pelabuhan sekaligus meningkatkan kemampuan seluruh insan pelabuhan dalam merespons berbagai situasi darurat secara cepat dan tepat.

Back
img