Peresmian terminal peti kemas semi-otomatis pertama di Mesir, Pelabuhan Sokhna, Teluk Suez | Linkedin.com | Read Sea Container Terminals
Red Sea Container Terminals (RSCT) resmi membuka terminal peti kemas (TPK) semi-otomatis pertama di Mesir, yang berlokasi di Pelabuhan Sokhna, Teluk Suez pada Kamis, 15 Januari 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting pengembangan sektor Maritim di Mesir, didukung dengan perjanjian konsesi selama 30 tahun dengan pemerintah Mesir sehingga dapat memperkuat daya tarik Mesir bagi perdagangan dan investasi internasional.
Gerbang Strategis pada Persimpangan Benua
RSCT dikembangkan oleh konsorsium Hutchison Ports, CMA Terminals, dan COSCO SHIPPING Ports. TPK ini berfungsi sebagai gerbang strategis penghubung Asia, Afrika, dan Eropa melalui Zona Ekonomi Terusan Suez. Lokasinya strategis yakni pada salah satu titik maritim paling kritis di dunia.
TPK ini memfasilitasi pengiriman internasional, meningkatkan efisiensi ekspor dan impor mesir, hingga mampu menangani kapal peti kemas terbesar yang ada saat ini. Terminal ini menawarkan akses tak tertandingi bagi pelayaran global dan mengoptimalkan arus perdagangan antara Timur dan Barat.
Peresmian terminal peti kemas ini dihadiri jajaran pejabat pemerintah Mesir seperti Perdana Menteri Republik Arab Mesir Dr. Mostafa Madbouly, Wakil Perdana Menteri untuk Pengembangan Industri sekaligus Menteri Transportasi, Perdagangan, dan Industri Kamel El-Wazir, Ketua Zona Ekonomi Terusan Suez Walid Gamal Erdin, hingga perwakilan lini pelayaran dan pemangku kepentingan industri. Para tamu meninjau fasilitas terbaru tersebut, terdapat sistem penanganan kargo canggih yang dapat menetapkan standar baru bagi operasional terminal peti kemas di Mesir.
Standar Baru Teknologi Pelabuhan Berkelanjutan
RSCT memberikan standar baru terhadap operasional pelabuhan yang cerdas dan ramah lingkungan (smart and green port) bagi Mesir. TPK ini menjadi pelabuhan buatan manusia terdalam di dunia (yang diakui Guinness World Records).
Selain itu, terminal ini dilengkapi oleh fasilitas canggih seperti:
- Infrastruktur fase I terminal yang mencakup dermaga sepanjang 1.200 meter, kedalaman air 18 meter, dan kapasitas penanganan awal sebesar 1,7 juta TEUs, dengan perluasan hingga 3,5 juta TEUs di sepanjang 2,6 kilometer dermaga.
- Dilengkapi batch awal berupa enam ship-to-shore (STS) cranes kendali jarak jauh dan 18 automated rubber-tyred gantry (RTG) cranes-yang pertama dari jenisnya di Mesir-RSCT memanfaatkan sistem operasi terminal milik sendiri, nGen, untuk pelacakan peti kemas yang presisi dan real-time.
- Integrasi operasional auto-gate dan praktik berbasis data yang meningkatkan efisiensi, keamanan, dan lingkungan kerja karyawan.
- Penggunaan peralatan penanganan kargo bertenaga listrik penuh, termasuk truk listrik (e-trucks) dan e-reach stackers yang secara signifikan dapat mengurangi emisi karbon.
Tentang Pengelola Terminal Peti Kemas
RSCT merupakan terminal peti kemas yang terletak di Pelabuhan Ain Sokhna yang saat ini merupakan zona pelabuhan terbesar di Mesir, berfungsi sebagai gerbang utama logistik antara Mesir, Timur Tengah, dan Asia. Hutchison Ports merupakan investor, pengembang, dan operator pelabuhan terkemuka di dunia dengan jaringan operasional di 53 pelabuhan yang tersebar di 24 negara.
Sementara itu, CMA CGM Group merupakan perusahaan pelayaran terbesar ke-3 di dunia yang melayani lebih dari 420 pelabuhan di 5 benua dengan armada lebih dari 650 kapal. COSCO SHIPPING Ports adalah penyedia layanan logistik pelabuhan terkemuka di dunia.
(Disarikan dari maritimefairtrade.org oleh Mochammad Alwi Hidayat)