News 25 Mar 2026

Pemulihan Operasional Hormuz Bergantung pada Kestabilan dan Keamanan Kondisi

Sebagai jalur strategis perdagangan global, Selat Hormuz berperan krusial dalam distribusi minyak, gas, hingga berbagai komoditas dari wilayah Teluk Persia. Namun, berdasarkan informasi dari para pelaku industri, kapal-kapal belum bisa mengakses sejumlah pelabuhan di kawasan tersebut, seperti Jebel Ali, Hamad, Manama, dan Dammam hingga saat ini.

Jill Anstey, Associate Director Sea Freight di Baxter Freight, memprediksi bahwa pemulihan operasional tidak akan terjadi dalam waktu dekat, bahkan jika jalur tersebut kembali dibuka, bergantung dengan kestabilan dan keamanan kondisi.

"Bahkan jika Selat Hormuz dibuka kembali, perusahaan pelayaran hanya akan kembali menggunakan rute tersebut setelah mereka yakin bahwa kondisi sudah stabil dan aman. Pengalaman terbaru di Terusan Suez menunjukkan bahwa operator kapal akan menghindari jalur tertentu jika mereka menilai risiko operasional terlalu tinggi, meskipun jalur tersebut secara resmi masih terbuka," terang Anstey.

Pembatasan akses pelayaran membuat penyedia logistik harus mempersiapkan berbagai solusi alternatif untuk menjaga pergerakan logistik. Salah satu opsi yang dapat dilakukan untuk mengalihkan pengiriman adalah melalui pantai barat Arab Saudi.

"Saat ini, kami fokus membantu pelanggan menavigasi ketidakpastian dan menjaga kelangsungan operasional dengan memastikan barang tetap bergerak melalui rute dan moda transportasi yang tersedia. Karena masih belum ada akses kapal ke pelabuhan di Selat Hormuz seperti Jebel Ali, Hamad, Manama, dan Dammam, alternatifnya adalah mengalihkan rute melalui Jeddah di pantai barat Arab Saudi, kemudian melanjutkan perjalanan akhir melalui jalur darat," ujarnya.

Langkah ini dapat menjaga ketahanan rantai pasok global, tetapi dengan konsekuensi tambahan biaya dan waktu perjalanan.

"Namun, meskipun memungkinkan barang tetap bergerak, hal ini berarti waktu pengiriman lebih lama, tarif transportasi lebih tinggi, serta proses kepabeanan yang lebih kompleks. Meskipun perbatasan darat terbuka, pemeriksaan keamanan tambahan dan kepadatan di perbatasan dapat menambah waktu perjalanan," lanjutnya.

Kondisi ini juga mendorong fokus baru pada ketahanan rantai pasok, terutama bagi perusahaan yang sangat bergantung pada satu jalur perdagangan.

"Dalam jangka panjang, kondisi ini menegaskan pentingnya bagi perusahaan untuk membangun ketahanan dalam rantai pasok mereka, baik melalui diversifikasi rute, perencanaan kontinjensi, maupun mengurangi ketergantungan pada satu koridor berisiko tinggi. Industri ini telah menjadi lebih lincah dalam merespons peristiwa global, namun situasi seperti ini menunjukkan betapa cepatnya kondisi dapat berubah," tutupnya.

(Disarikan dari www.porttechnology.org oleh Mochammad Alwi Hidayat)

Back
img